CAUTION

BLOG INI UNTUK INFORMASI CADANGAN PERSONAL, MAAF BUKAN UNTUK UMUM.| THIS BLOG FOR PERSONAL INFORMATION RESERVE , SORRY NOT FOR PUBLIC.

Saturday, September 15, 2012

Dinding Al Aqsha Retak akibat Aktivitas Galian Israel

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



ALQUDS - Laporan Yayasan Wakaf Al Aqsha pada Kamis (13/9) waktu setempat menegaskan bahwa aktivitas penggalian Israel di bawah Masjidil Aqsha membuat dindingnya retak. Itu terutama di kawasan sudut bagian Selatan dekat pintu Silsilah.
Penggalian tersebut menyebabkan puluhan batu besar yang merupakan bagian dari dinding bagian Barat Masjidil Aqsha menjadi retak. Israel mengklaim menemukan peninggalan jaman kuil mitos.
Sementara itu, pihak Al Aqsha menyebutkan penggalian ini mengancam sejumlah ruas Masjidil Aqsha. Hal tersebut baik bangunan fisiknya, peninggalan maupun sejarahnya.
Yayasan Al Aqsha mendapatkan rintangan dari para pekerja Israel yang melarang mengambil gambar. Sementara, media yahudi dan turis asing diijinkan mengambil gambar. Karena itu, pihak Al Aqsha berupaya mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi dan berhasil merilisnya.
Dalam investigasinya, Yayasan Al Aqsha melihat penggalian di bawah Masjidil Aqsha sangat dalam dan terus menuju dinding bagian barat Masjidil Aqsha. Yayasan menyebutkan pihak Israel dalam beberapa bulan terakhir merilis sejumlah penelitian seputar penggalian di kawasan Masjidil Aqsha.
Penggalian di semua sudut Al Aqsa ini sangat mengancam secara keseluruhan terhadap Masjidil Aqsha dan kawasan sekitarnya
Namun, kaum Yahudi mempunyai pandangan sendiri menyangkut Masjid Al Aqsa. Mereka percaya bahwa di salah satu dinding pada masjid ini dibuat dari tempat ibadah (haekal) Nabi Sulaiman AS. Inilah yang mereka jadikan alasan untuk terus-menerus berupaya menghancurkannya.

Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah Bani Israil yang dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman. Akan tetapi, 370 tahun setelah itu tempat ibadah ini dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang melakukan ekspansi ke sana. Menyusul kekalahan bangsa Babilonia dari tentara Persia yang dipimpin oleh Cyrus, Kuil Sulaiman kembali dibangun. Tahun 70 Masehi, tentara Romawi menyerang kota Jerussalem dan meratakan tempat ibadah umat Yahudi tersebut dengan tanah.
Sekitar satu abad yang lalu ketika paham zionisme mulai muncul, para pendukung zionisme mengklaim Masjid Al Aqsa dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman. Setelah terbentuknya rezim Zionis Israel di negeri Palestina tahun 1948 yang disusul dengan pendudukan atas kota Jerussalem tahun 1967, kaum Zionis semakin gencar melakukan upaya perusakan Masjid Al Aqsa untuk mendirikan Kuil Sulaiman di lokasi itu. Sejak menduduki Jerussalem tahun 1967, orang-orang Zionis telah berkali-kali melakukan upaya penghancuran. Salah satunya adalah pembakaran masjid ini tahun 1969. Untuk mencegah kemarahan umat Islam sedunia dan kutukan masyarakat internasional, rezim Zionis mengesankan bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh seorang Yahudi ekstrim. Orang yang dituduh sebagai pelaku pembakaran itu dibebaskan setelah melalui proses persidangan yang direkayasa.
Setelah peristiwa itu, rezim Zionis Israel sering mengungkapkan adanya kelompok-kelompok Yahudi ekstrim yang berusaha menghancurkan Masjidul Aqsa. Mereka berulang kali menyerang masjid ini. Pernah juga mereka mengalirkan air di sepanjang galian di bawah masjid untuk menggoyahkan pondasinya.
Akibatnya, dinding-dinding masjid retak dan menurut para pengamat, dengan gempa yang relatif kecil pun kemungkinan masjid yang memiliki nilai kesucian dan sejarah tinggi ini akan roboh. Perusakan dengan cara ini diharapkan dapat meredam kemarahan umat Islam. Upaya penghancuran juga dilakukan dengan berbagai cara lainnya. Di antaranya melarang warga Palestina memasuki masjid itu, Judaisasi kota Jerussalem, pengusiran umat Islam dari kota ini, pembangunan dinding pemisah di kota ini dan pelarangan untuk merenovasi masjid.
Aksi perusakan terus berjalan, dan kini tindakan perusakan yang dilakukan secara langsung oleh kelompok-kelompok Zionis esktrim telah sampai di tahap yang sangat berbahaya. (Acik,Sari-Pusdok SM-14v)
Kronologi upaya penghancuran dalam dua tahun terakhir
9 Mei 2005
Bentrokan antara warga Palestina dan Israel terjadi di sekitar kompleks masjid, karena warga Palestina dilarang memasuki tempat suci itu. Sebanyak tujuh orang terluka.
26 April 2005
Syekh Oakrama Sabri, seorang mufti dari Jerusalem, menyerukan negara-negara muslim untuk memikul tanggung jawab melindungi Masjid Al-Aqsa.
10 April 2005
Ribuan kaum ekstremis Yahudi yang mengatasnamakan dirinya “Revava” mencoba menduduki kompleks masjid, namun aparat keamanan Israel berhasil menggagalkan upaya mereka.
8 April 2005
Kelompok militan Palestina mengancam akan melakukan serangan-serangan terhadap Israel apabila kelompok Yahudi memasuki Masjid Al Aqsa di Jerusalem.
7 Agustus 2004
Seorang warga Yahudi berusaha menyerang masjid Al Aqsa dalam sebuah acara pentas anak-anak Al Aqsa.
27 Juli 2004
Dalam peringatan yang disebut ìKhorob haikalî, sejumlah kelompok Yahudi berusaha menyerang masjid Al Aqsa dan ribuan dari mereka bergerombol di halaman Al-Barraq.
6 Juli 2004
Yahudi ekstrim menyerang masjid Al Aqsa dan melakukan kekerasan terhadap salah satu penjaganya
30 Juni 2004
Polisi Israel menyerang masjid Al Aqsa dan melarang aktivitas pembangunan di mushallah Marwani.
21 Mei 2004
Polisi Israel mengubah masjid Al Aqsa menjadi kamp militer dan melarang mereka yang berusia di bawah 45 tahun masuk masjid tersebut.
8 April 2004
Selama dua hari warga pemukiman Israel menyerang masjid Al Aqsa dan melakukan ritual agama
2 April 2004
Tentara Israel menyerang masjid Al Aqsa saat dilakukan shalat Jumat. 45 jamaah menderita luka dan 15 lainnya ditangkap.
31 Maret 2004
Para pemukim Yahudi menyita paksa dua gedung di kampung Salwan dekat masjid Al-Aqsa untuk semakin memperketat blokade dan yahudisasi masjid tersebut.
18 Maret 2004
Dinas Perkebunan Israel menghancurkan sebagian pagar kuburan Ar-Rahmah dekat masjid Al Aqsa yang meliputi kuburan sahabat Nabi SAW, tabiin, ulama terkenal terdahulu.
2 Maret 2004
Organisasi Ekstrim Penjaga Haikal menuntut kepada Mahkamah Tinggi Israel untuk mengeluarkan keputusan melarang pembangunan yang dilakukan oleh departemen wakaf Islam di Al-Quds.
27 Februari 2004
Tentara Israel menyerang Masjid Al Aqsa pada saat shalat Jumat yang mengakibatkan 24 orang warga Palestina terluka, di antaranya perempuan.
15 Februari 2004
Sebagian halaman masjid Al Aqsa sejauh 100 meter ke salah satu pintu barat masjid longsor akibat terowongan yang digali Israel.
13 Februari 2004
Polisi Israel melakukan blokade ketat di kota Al-Quds dan melarang warga Palestina untuk shalat Jumat di masjid.
9 Februari 2004
Sekelompok Yahudi ekstrim melakukan penghancuran tiang-tiang marmer bersejarah (masa-masa pertama Islam) dekat museum Islam di dalam halaman masjid.


No comments:

Post a Comment

kritik dan saran saya terima dengan baik di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...